cerita dewasa

Kisah Seks Ngentot Pertama Kali Dengan Pacar Pertama

Posted on

Cerita Sex ABG ini Berkisah tentang ” Kisah Seks Ngentot Pertama Kali Dengan Pacar Pertama ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,.Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2017.

Cerita Sexs Saat itu aku masih sekolah kelas 3 di STM Negeri di Solo. Saat itu aku bertemu dengan kawanku saat SMP. Dia sebenarnya adalah cinta pertama bagiku yang yang saat itu belum pernah aku ungkapkan walaupun sebenarnya aku tahu diapun juga mencintaiku sebut saja namanya Novi.

Kisah Seks Ngentot Pertama Kali Dengan Pacar Pertama

 

Waktu itu kami bertemu di sebuah emperan toko daerah Coyudan. Kami sama-sama berteduh karena saat itu hujan mengguyur kota Solo sangat deras. Kami ngobrol panjang lebar dan angka arlojinya sudah menunjukkan pukul 6 sore, tetapi hujan tetap saja mengguyur walaupun tidak terlalu deras. Karena saat itu dia sedang menunggu bis, dan aku naik sepeda motor maka agar tidak kemalaman aku antar dia pulang tetapi tanpa jas hujan.

Sampai di rumahnya ternyata rumahnya dalam keadaan kosong karena keluarganya sedang menghadiri pesta pernikahan pamannya.
“Aduh.. gimana nih Vi.. bisa masuk ke dalam nggak?”, tanyaku.
“Tenang, biasanya kuncinya ada di bawah pot ini, nah ini dia, masuk yuk di luar dingin, lagian baju kamu basah semua”, katanya sambil membuka pintu rumah.
“Sebentar aku ambilkan handuk”, katanya sambil jalan ke belakang rumah.
Rumah yang sederhana tetapi sangat rapi dengan sofa ditengah ruangan.

Dia keluar dengan menggenakan daster kuning transparan. Samar-samar aku lihat lekuk-lekuk tubuhnya yang sangat sempurna membuat jantungku berdebar kencang. Kulitnya yang putih mulus terlihat sangat serasi dengan daster yang dipakainya. “Ini handuknya”, dia memecahkan lamunanku.

Karena baju dan celanaku basah maka aku buka bajuku dan aku pinjam salah satu kaosnya, tetapi bagaimana dengan celana panjangku? “Pake punyaku aja Fa, aku punya jeans basic yang mungkin pas kamu pakai”, sahutnya. Aku tidak kaget karena dia tergolong cewek bertubuh tinggi besar.

Aku masuk ke dalam kamarnya dan mulai membuka celana panjangku, tinggal CD-ku yang masih basah.
“Vi.. sorry nich aku boleh pinjem CD-mu nggak? Yang penting dapat dipakai”, tanyaku.
“Boleh, tapi di almari coklat yang kuncinya masih aku bawa, boleh aku masuk?”, sahutnya.
Saat dia masuk kamar, aku hanya dililit selembar handuk bergambar Hello Kitty kepunyaannya. Saat dia membuka almarinya dia menyuruh aku untuk memilih sendiri, dan karena letak CD-nya ada di bagian bawah, aku harus jongkok. Tanpa aku sadari setelah aku berdiri, handuk yang melilit tubuhku terlepas dan aku hanya bisa diam terpaku. Dia juga diam memandang tubuhku yang telah telanjang bulat.

Dia terus memandang penisku yang memang telah berdiri. Kemudian dengan perlahan dia mengambil handuk yang berada persis di bawah penisku. Kemudian tanganku mengusap kepalanya dan kepalanya tertahan tepat di depan penisku. Selanjutnya dia mencium kepala penisku, membuatku semakin kelabakan. Dia terus mencium penisku dengan lembut dan penuh perasaan, bisa aku rasakan itu.

Kemudian dia berdiri dan giliranku menjilat bibirnya yang sangat lembut, dan diapun membalas dengan memasukkan lidahnya ke dalam mulutku. Untuk beberapa saat aku menikmati bibir dan lidahnya, aku lanjutkan permainan lidahku di sekitar telinganya, aku kulum telinganya, dia hanya bisa medesis kegelian. Aku lanjutkan dengan mencium dan menjilati sekitar lehernya.

Aku mulai membuka resliting daster yang berada di belakang dan dengan perlahan aku tanggalkan daster kuningnya. Sekarang hannya tinggal BH dan CD-nya saja yang tersisa. Perlahan aku ciumi dan gigit payudara bagian atas sambil tanganku berusaha melepaskan BH-nya. Dia hanya terdiam dan terpejam menikmati gigitan lembut bibirku.

Setelah BH-nya terlepas terlihat sepasang bukit yang sangat indah yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Begitu putih, lembut, kencang, padat dan kedua putingnya berwarna coklat masih bersembunyi di dalam pucuk payudaranya. Perlahan aku usap lembut kedua payudaranya dan aku hisap puting susunya agar mau keluar dan aku kulum lembut putingnya. Dia hanya bisa mendesis keenakan. Karena capek berdiri, aku tidurkaan dia di atas ranjangnya sambil mulutku terus menghisap kedua puting susunya secara bergantian dengan lembut.

Selanjutnya ciuman dan jilatanku aku lanjutkan ke bawah menuju pusar dan paha bagian dalam. Dia lagi-lagi hanya mendesis, “Akh.. Fa.. aku nggak tahan..”, desisnya.
Mendengar itu aku semakin bersemangat menjilati paha, lutut, betis dan jemari kakinya aku kulum sehingga dia semakin kelojotan menahan nikmat, terus aku kulum jari-jari kakinya yang putih bersih sambil tanganku mulai melepaskan CD-nya.

Saat CD-nya terlepas, terlihat kemaluannya yang telah berbulu agak lebat. Perlahan aku raba daerah paha dan kemaluannya sambil kulanjutkan mengulum jari kakinya. Aku temukan klitorisnya terasa lunak dan agak basah, aku pilin-pilin daging kecil tersebut dia semakin mengerang menahan nikmat.

Lidahku mulai bergerak dari jari kaki menuju betis, paha dan akhirnya pada daerah sekitar kemaluan. Walaupun kulitnya putih bersih, tetapi daerah kemaluannya berwarna coklat. Aku angkat kedua pahanya dan lidahku mulai menuju daerah duburnya, sesaat kemudian ke daerah vagina yang saat itu terasa basah dan berasa agak asin serta berbau khas menambah nafsuku semakin menjadi.

Aku menghisap lendir yang keluar dari vaginanya dan kukeluarkan di sekitar klitorisnya, dan klitorisnya pun aku hisap-hisap. Tanpa kuduga kedua pahanya menjepit kepalaku yang saat itu sedang menikmati gurihnya klitoris dan tangannya menekan kepalaku agar aku menghisap lebih dalam lagi.

Saat itu aku merasakan dia menegang dan seperti menjerit, “Akh.. uh..”, teriaknya. Aku tak tahu apa yang sedang dia rasakan saat itu, kemudian lidahku aku pindah ke bawah tepat pada liang vaginanya ternyata pada liang vaginanya telah keluar cukup banyak lendir yang selanjutnya kuhisap dan kutelan sampai habis.

Dia mundur sehingga terpaksa aku lepaskan hisapanku. “Fa.. naik sini..”, dia menarikku yang saat itu masih jongkok dan menyuruhku tidur telentang di ranjangnya. Aku ditindih dan mulutnya mulai mengulum bibirku, seperti tidak mau kalah denganku, diapun menghisap dan mengulum telingaku terasa geli dan hangat. Dia lanjutkan dengan menghisap puting susuku, sambil tangannya meremas-remas penisku.

Tanpa aku duga mulutnya mulai bergerilnya di sekitar paha dalamku, terasa sangat geli dan menambah kenikmatan. Lidahnyapun mulai menyapu duburku, “Okh..”, aku setengah berteriak, ya ampun.. nikmat sekali. Sepertinya dia tahu yang aku rasakan saat lidahnya menyentuh sekitar duburku, dan sekitar 5 menit lamanya dia menyapukan lidahnya di sekitar duburku, dan selanjutnya naik menuju pangkal penisku. Dia jilat pangkal penisku sampai ke ujung kepala penisku berulang-ulang sampai aku rasakan seluruh bulu-bulu tubuhku merinding.

Selanjutnya dia memasukkan kepala penisku ke dalam mulutnya sambil sesekali dihisap, tetapi sayang dia tidak dapat mengulum lebih dalam lagi. Karena aku sudah tidak kuat menahan nikmat, maka aku minta dia untuk tidur telentang dan perlahan aku letakkan kepala penisku di depan lubang vaginanya.

Aku gesek-gesekkan kepala penisku pada lubang vagina sampai aku temukan lubang yang benar untuk memasukkan penisku. Setelah aku rasa tepat perlahan aku tekan penisku agar dapat masuk ke dalam lubang vaginanya. Dia memejamkan mata seolah sedang menahan sesuatu, aku tak tahu pasti.

Terasa sangat sempit dan agak susah memasukkan penisku sampai pada kira-kira setengah panjang penisku Novi berteriak, “Aakhh..”, aku menahan tekanan penisku dan aku lihat darah segar telah mengalir dari vaginanya aku lanjutkan takananku sampai seluruh penisku tenggelam dalam vagina yang telah banjir darah dan kutahan penisku di dalamnya.

“Sakit Vi?”, bisikku.
“Nggak apa-apa lanjutin aja Fa.. aku menikmatinya kok”, dia balas berbisik.
Aku mulai mengayun-ayunkan penisku keluar masuk vagina, terasa sangat nikmat dan hangat tetapi kulit penisku terasa agak perih.

Kira-kira 5 menit aku mengayunkan penisku dan kelihatannya Novi mulai menikmatinya, dia goyang-goyangkan pinggulnya dan kupercepat ayunan penisku sampai suatu ketika Novi berteriak, “Akh.. oh..”. Novi memejamkan matanya dalam-dalam. Tidak lama setelah itu akupun mulai merasakan kesemutan di kepalaku dan, “Ccreet..”, maniku keluar tetapi masih di dalam vaginanya.

Dia memelukku erat dan berkata, “Fafa.. aku sayang kamu..”. Aku tidur di atasnya tetapi penisku masih berada di dalam vagina yang lama-kelamaan keluar sendiri karena mulai melunak, terasa agak geli jika penis yang lunak masuk dalam vagina.

Aku terbangun dengan tubuh masih telanjang bulat ketika suara telepon berbunyi, aku lihat jam pukul 10 malam. Aku bangunkan Novi yang masih tertidur tanpa selembar kainpun menutupi tubuhnya agar mengangkat telepon yang ternyata dari keluarganya dan berencana akan pulang besok siang. Jadi aku gunakan malam itu untuk tidur semalam dengan Novi tanpa selembar kainpun menutupi tubuh kami.

Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Pasutri

Sumber : www.ceritasexs.co

cerita sex dewasa memek tante semok

Posted on Updated on

cerita sex dewasa-memek tante semok

Tempat berbagi Cerita Seks, Cerita Sex, Dewasa, Cerita Seks Terbaru, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Mesum : Cerita Sex dewasa Memek Tante Semok. Saat ini gue berusia 25 tahun baru kemarin gue selesai kontrak pekerjaan dari perudsahaan pelayaran luar negri, dan sekarang gue jadi pengangguran karena gue tidak ingin meneruskan kembali ke pelayaran, cerita ini kisah nyataku.

 

 

Saat itu gue sering bolak balik kerumah sakit untuk menjaga papa gue yang sedang sakit, pada hari senin tepatnya saat gue suntuk untuk mencari udara segar dan ingin merokok gue turun kebawah, saat menikamti rokokku disamping dudukku ada seorang eanita yang umurnya setengah baya kira kira berumur 30 tahun.

Dia nampaknya sibuk banget dengan cara gerak geriknya karena saat menelpon telpon yang dihubunginya tidak menjawab, kemudian gue beranikan bertanya kepada wanita tersebut, kelihatannya mobilnya sedang mogok, soalnya dia berkata “kenapa sih no. mobil dereknya gak menjawab jawab”. Maaf ada yang saya bantu “tanya gue” siapa tau aku bisa membantu untuk memperbaiki mobil yang sedang mogok tersebut.

‘‘Eee…. kalo boleh tau,, Tante … mobil Tante apa merknya?’‘ tanya Gue lagi.. ‘‘Honda,, Honda Maestro’‘,, jawabnya dan kali ini dia melihat Gue.. ‘‘Kalo boleh,, Gue coba bantu Tante buat benerin mobilnya Tante , sebab siapa tau Gue bisa,, Tante ’‘ kata Gue mnawarkn bantuan.. ‘‘Eee…. boleh-boleh…. Ayo ke mobil Gue yuk’‘,, pintanya.. Setelah itu kita berdua jalan mninggalkn tempat itu untuk mnuju ke mobil wanita itu,, yang ternyata tidak jauh dari tempat merokok.. Setelah Gue dibukakn pintu,, Gue coba starter mobilnya tapi hasilnya nihil.. dgn kasus seperti ini,, Gue katakn pada wanita itu bahwa ada kemungkinn bahwa ini ada masalah dinamo dan Gue sarankn untuk mndorong mobilnya karena tidak ada masalah maka dia bisa tiba di rumahnya atau bengkel sebelum ke sorean dan tidak perlu mmanggil jasa derek mobil karena biayanya yang sangat mahal.

Dan sepertinya dia berpikir sejenak dan dia setuju dgn saran Gue,, hingga akhirnya Gue mmanggil salah satu satpam yang Gue temui untuk mminta pertolongannya untuk mndorong mobil., Agh,, akhirnya mobil wanita itu nyala juga dan seperti dugaanku bahwa masalahnya hanya masalah dinamo., dgn posisi wanita itu di dalam mobil dan Gue di luar sambil mmperhatikn dia untuk mninggalkn Gue,, tiba-tiba dia mmanggil Gue dgn mmbuka kaca jendelanya dan mngucapkn terima kasih kepada Gue sambil mmberikn uang 2 lembar seratus ribu tapi Gue tolak sebab pertolonganku adalah dari hati nuraniku bukn untuk mminta balasan namun dia tetap mmaksa Gue dan akhirnya Gue ambil satu saja dan satunya lagi tetap di tangannya sambil mngucapkn bahwa itu saja sudah lebih dari cukup.

Akhirnya dia mngalah karena Gue tetap bertahan untuk tidak mngambil sisanya tapi dia mmbuka tasnya dan mngambil kartu namanya dan diberikn buat Gue sambil mnitip pesan bahwa kalau ada sesuatu atau Gue sedang senggang diminta mnghubungi dia,, dan Gue terima kartu namanya., Sebelum pergi,, dia mnnyakn nama Gue sambil mnyodorkn tangannya dan Gue jawab bahwa nama Gue Adly dan dia mngatakn bahwa namanya Nitha., Dan akhirnya ia pergi dgn mobilnya dan Gue tetap berdiri melihat mobilnya hingga hilang ditelan sebuah tikungan ke knn., Dua hari setelah kejadian itu,, papa Gue mninggal dan Gue sibuk mnyelasaikn segala urusan yang berkaitan dgn papa Gue mulai dari rumah sakit,, rumah duka,, dikremasi hingga jadinya Akte Kematian.

Setelah semuanya selesai dan Gue kembali pada kehidupanku yang hanya mnghabiskn hari demi hari Gue dgn jalan-jalan dgn teman-teman Gue ke sana ke mari., Hingga pada suatu hari di bulan Desember 2009,, Gue teringat kembali dgn wanita yang Gue kenal di rumah sakit dan Gue cari kartu namanya dan akhirnya ketemu.

Akhirnya Gue hubungi HP-nya walaupun di kartu nama itu ada nomor telepon rumah dan kntornya.,
‘‘Hallooo?!’‘ terdengar jawaban seorang wanita dari sana.,
‘‘dgn Tante Nitha-nya ada? ini Adly’‘,, jawab Gue lengkap.,
Sejenak terdiam dan terdengar,,
‘‘Iya ini Tante Nitha sendiri dan Gue ingat kalo kamu yang nolong Gue waktu Gue di rumah sakit itu khan?’‘ tanyanya yang terkesan mnebak.
‘‘Iya., ., ini Gue Adly yang waktu itu’‘,, jawab Gue., ‘‘Eee., ., gimana sekarang kamu,, Will?’‘ tanyanya., ‘‘Lagi senggang nich’‘,, jawab Gue., ‘‘Kayaknya untuk sekarang ini Gue nggak bisa lama-lama ditelepon., ., bagaimana kalau malam ini kita ketemu,, Gue mau traktir kamu makn malem,, apa bisa?’‘ sambungnya., ‘‘Iya bisa., Gue nggak ada acara’‘,, jawabku singkat., ‘‘Oke kalo gitu kita ketemu di restaurant Tony’s Romas deket Ratu Plaza aja jam 7 malam ini,, Oke? kamu tau khan?’‘ jawabnya mnjelaskn., ‘‘Iya Gue tau,, Oke dech sampe nnti’‘,, jawabku.

Seperti janjiku dgn Nitha,, Gue datang ke Restaurant Tony’s Romas dan Gue tiba 10 mnit lebih awal., Dan pilih tempat duduk yang kira-kira Gue bisa lihat kalau ada orang yang datang., Tepat jam 19., 00,,Tante Nitha datang,, dan Gue sangat terpana dgn pakaiannya yang begitu seksi., Dia mngenakn baju terusan warna merah dgn strip warna biru dgn model tali yang mnggantung pada lehernya sehingga tampak dgn jelas punggungnya dan berarti dia tidak mmakai BH dan rambutnya yang sepanjang bahu dia ikat ke atas sedang rambut depannya dibuat poni rata dgn alis matanya tapi dgn tekukn ke atas., Dadanya yang lumayan besar dan bulat seakn-akn mau keluar dari baju yang dia pakai., Wow,, Gue begitu terpana dgn apa yang Gue lihat,, tapi Gue tidak terlalu terpana sebab Gue harus mmberitahu bahwa Gue ada.

Aku mngangkat tangan mngisyaratkn siapa tahu dia melihat., Ternyata ada seorang waiter yang melihat dan sepertinya dia tahu bahwa Gue mmanggil Nitha,, dan waiter itu pun mngatakn sesuatu pada Nitha lalu mnunjuk pada arahku., ‘‘Hi., ., udah lama?’‘ katanya mmbuka pembicaraan sambil duduk dan merapikn baju terusannya sepanjang mata kaki., ‘‘Belum’‘,, jawabku singkat., ‘‘Eee., ., kamu udah pesen? kalo belum,, kamu mau pesen apa?’‘ tanya dia., ‘‘Belum,, Gue belum pesen apa2’‘,,jawabku sambil mmbuka buku mnu., Setelah kita berdua mmesan maknn,, dan sambil mnunggu maknn kami berbincang-bincang sana-sini dan akhirnya dia mnnyakn bahwa mngapa Gue ada di rumah sakit saat itu,, dan Gue jelaskn dan Gue katakn pula bahwa papa Gue sudah mninggal dan dia tampak kaget dan minta maaf kalau dia mmbuat Gue sedih.

Acara makn malam Gue bersama Tante Nitha berlangsung lancar dan kita berdua mau pulang,, dia mmaksa mngantar Gue pulang sebab selain hemat biaya lagipula ternyata rumah Tante Nitha searah dgn Gue,, dia tinggal di daerah Kelapa Gading dan Gue yang mnyetir dgn ijin dia terlebih dahulu., Dalam perjalann,, tanpa Gue tanya,, dia mngatakn bahwa dia sudah cerai dgn suaminya sejak anaknya berusia 6 bulan dgn alasan mantan suaminya itu punya simpann., Saat dia mnceritakn itu,, Gue tidak tahu apa yang harus Gue lGuekn sebab rasanya kalau diterus-teruskn mungkin akn mmbuat dia sedih dgn pengalaman pahitnya,, hingga pada akhirnya mngatakn bahwa sebaiknya tidak perlu diteruskn sebab mungkin akn mmbuat dia ingat dgn masa lalunya itu tapi dia mngatakn bahwa dia ingin Gue tahu dgn siapa yang dia kenal (maksudnya dia sendiri)., Dari ceritanya,, dapat Gue simpulkn bahwa dia wanita karier yang lumayan bagus dgn kariernya.

Setelah dia selesai mnceritakn semuanya,, kita terdiam sejenak dan hanya tembang-tembang Ebiet G Ade yang kita dengar., Tapi dgn tiba-tiba dan mmbuat Gue kaget,,Tante Nitha mndekatkn kepalanya dan mnyandar diantara bahu dan ujung jok mobil., Saat itu Gue tidak tahu harus bagaimana,, jadi Gue diam saja., Namun yang mnambah kurang konsentrasinya Gue dgn jalan adalah,, setiap Gue mngganti persneling,, lengan Gue bersentuhan dgn dadanya yang lumayan besar dan ini tidak mngubah cara dia duduk,, dia tetap dgn posisinya., Setiap kali bersentuhan Gue minta maaf padanya dan hati serta kontolku tegang., Rasanya Gue teramat salah tingkah sebab selain mnggangu pikiran Gue,, Gue pun mnikmati apa yang terjadi.

Sampai pada akhirnya Tante Nitha mmecahkn kesepian pada saat itu dgn mngatakn,, ‘‘Will,, kamu sudah pernah bercinta?’‘ Wah,, rasanya seperti disambar geledek dengar pertanyaan Nitha., Setelah terdiam sebentar karena kaget,, Gue jawab pertanyaannya itu dgn jujur bahwa Gue sudah pernah bercinta dan Gue jelaskn pula bahwa itu dgn pacar Gue., Lalu dia bilang,, ‘‘Eee., ., kayaknya kamu sekarang sudah terangsang ya dgn posisiku kayak gini ini?’‘ sambil tangan kirinya dgn cepat meraba daerah kontol Gue., Gue benar-benar terhenyak dgn sikap Tante Nitha dan Gue biarkn tangan kirinya meraba-raba dgn halusnya kontol Gue dari celana panjang Gue sebab selain inilah yang yang inginkn,, Gue pun lagi-lagi dalam posisi sulit., Gue tidak tahu berapa lama dia meraba-raba kontol Gue hingga pada akhirnya dia mmbuka reitsleting celana Gue dan makin berani sehingga sekarang dia meraba-rabanya di CD Gue., Sambil meraba-raba dia bilang (dgn nada nakal dan manja),, ‘‘Will,, punya kamu ini besar ya?! panjang lagi., ., dan kayaknya udah pengen maen nich., ’‘ Namun Gue tidak mmberi jawaban sebab selain Gue tidak tahu harus mnjawab apa,, Gue merasa sedang terbang.

Dan Gue pun tidak tahu pasti berapa lama dia meraba-raba kontol Gue dari atas CD Gue., Hingga pada akhirnya dgn tiba-tiba kepalanya seperti terjatuh ke daerah kontol Gue dan dia mnjilat-jilat CD Gue dgn tangan kirinya yang tetap meraba-raba rambut kontol Gue yang mungkin sebagian keluar dari CD., Gue yakin bahwa CD Gue sudah basah dgn air liurnya sebab rasanya sudah agak lama dia jilati., Tidak berapa lama setelah Gue berpikir seperti ini,, dia mmbuka CD Gue dan langsung mnelan semua kontol Gue., Wah,, rasanya benar-benar nikmat dan Gue benar-benar harus mmbagi dua pikiran Gue antara kenikmatan yang sedang Gue rasakn juga jalann.

Karena Gue pun terangsang dgn kuluman Tante Nitha,, dgn berani Gue mmegang dadanya dan meremas-remas kecil., Walaupun Gue tidak melihat,, namun Gue dapat mmbayangkn bagaimana rasanya apabila Gue mnghisapnya., Wah,, sulit dikatakn., Hingga pada saatnya,, Gue mngatakn pada Nitha bahwa Gue rasa Gue akn klimaks,, tapi buru-buru dia mnghentikn kulumannya dan mngambil posisi duduk normal., Dan dia bilang bahwa dia pun sudah terangsang dan ingin berhubungan seks., Dia mngajak Gue mnginap di salah satu hotel., Sebelum mngiyakn ajakn Tante Nitha.

Gue katakn bahwa Gue harus mmberitahu sama orang rumah bahwa Gue tidak pulang agar mereka tidak perlu mnunggu Gue., Setelah semuanya sudah beres,, akhirnya mobil yang kita tumpangi Gue arahkn ke daerah Sunter,, sebab Gue tahu bahwa di situ ada hotel,, walaupun Gue belum pernah mnginap di situ., Akhirnya kami tiba di hotel yang Gue maksud dan Gue beserta Nitha masuk dan mngurus urusan-urusan di Front Office di hotel itu,, dan setelah semua selesai dgn biaya yang ditanggung Nitha,, kami pun diantar ke kamar yang sudah dipilih dgn Bellboy., Setelah mngecek sana-sini dalam kamar,, akhirnya Bellboy mminta ijin untuk keluar setelah mnghidupkn TV dgn Channel MTV.

Dan setelah terdengar suara pintu kamar kami ditutup oleh Bellboy,, Gue dan Tante Nitha dgn cepat saling berpelukn dan berciuman sambil berdiri karena sama-sama sudah tidak bisa mnahan gairah seks masing-masing., Tante Nitha mmang kelihatan sudah terangsang berat dan pandai berciuman sebab Gue dapat merasakn permainn lidahnya yang sangat Hot., Sambil bermain lidah,, tangan Tante Nitha dan tangan Gue saling meraba-raba bagian terlarang satu sama lain., Tangan kiri Gue tetap mmegang bagian belakng kepala Tante Nitha sedang tangan knn Gue mngelus-elus bagian punggung Tante Nitha yang terbuka dan mulus putih tanpa cacat,, sesekali meraba ke bagian tekukn bawah togenya.

Sesekali tercium olehku aroma parfum yang dia gunakn., Sedangkn tangan kiri Nitha mnelusup ke bagian belakng celana Gue sedang tangan knnnya merabanya dari depan mulai dari kontol Gue hingga ke daerah pusar., Lama-kelamaan,, tangan Gue mmbuka sebagian baju bagian dadanya sehingga Gue dapat mmegang dgn jelas bentuk togenya., Gue rasakn bahwa besar toge Nitha terasa mantap dgn posisi jemari Gue seperti mau mngambil togenya itu., Gue usap,, elus dan mainkn puting susunya yang terasa makin lama makin agak keras., dgn tetap sambil berciuman,, mmainkn lidah dan saling mnggigit bibir bawah atau atas satu sama lainnya., Sedangkn tangan Tante Nitha sedang berusaha mmbuka celana Gue dgn mmbuka reitsleting celana dan berusaha mmbuka ikat pinggang Gue., Setelah celana Gue dapat dibuka oleh Nitha,, dgn sigap dia mngambil kontolku yang sudah tegang dari balik CDku lalu mmaju-mundurkn tangannya sambil tetap mnggenggam kontolku.

Sambil meraba-raba dan tetap mmainkn puting susunya,, tangan Gue yang lain berusaha untuk mmbuka kncing yang terletak di leher belakng Tante Nitha., Dan akhirnya Gue dapat mmbuka kncing itu walaupun sedikit sulit sebab hanya dgn satu tangan., Begitu baju terusannya dapat Gue buka,, dgn otomatis baju terusan itu turun ke lantai sehingga toge Tante Nitha sekarang sudah tidak tertutupi sesuatu apa pun., dgn turunnya baju terusannya ke lantai,, Gue hentikn ciuman bibir dgn Tante Nitha dan Gue langsung mncium bagian dada kiri dan knn Nitha yang begitu ranum dan kencang seakn-akn masih dalam pertumbuhan., Dalam setiap hisapanku atau permainn lidahku pada puting susunya,, Nitha mndesah kenikmatan,, ‘‘Uuuh., ., aaghh., ., enakk., ., ’‘ dgn sesekali mnambahknnya dgn nama Gue dan disertai denga nafas yang mmburu., Sedangkn tangannya dgn bergantian tetap mmegang kontol Gue dan mngocoknya., Setelah Gue agak puas dgn togenya,, jilatan,, hisapan dan kecupan kecil Gue mngarah ke bawah dan makin ke bawah dgn tetap diiringi desahan Tante Nitha yang Gue rasa sudah terangsang karena kenikmatan., Namun tangan Gue tetap meraba serta mngelus-elus togenya., Hingga pada akhirnya tangan Tante Nitha melepaskn kontol Gue karena posisi kami yang tidak mmungkinkn.

Jilatan dan kecupan kecil pada bagian bawah dada Tante Nitha makin liar dgn makin tidak dapat mngontrol diri Gue sendiri dgn gairah seks yang meluap-luap dan dgn sesekali Gue mmbuka mata Gue dan melihat bagian tubuh Nitha yang putih bersih serta mulus dan lembut., Gue pun dapat merasakn detak jantungnya yang makin kencang., Sambil tetap mnjilati dan mmberi kecupan kecil,, tangan Gue dua-duanya meraba-raba bagian memeknya yang masih tertutup oleh CD yang dia gunakn., Setelah Gue meraba-raba dgn halus semua daerah memeknya serta bagian pantat Nitha,, baru Gue ketahui bahwa dia mngenakn CD dgn model tali yang mana lekukn pada daerah lubang analnya berupa tali dan melingkari pinggangnya pun berupa tali yang diikat pada bagian pinggang kiri., Dan ini mnambah gairah seks Gue yang mmbludak., Setelah dgn mudah dapat Gue buka CDnya,, jilatan juga kecupan kecil,, Gue lanjutkn pada daerah memeknya hingga Gue dapat merasakn bahwa Gue sedang berada di beberapa centimeter di atas liang kewanitaannya., Daerah yang ditumbuhi oleh rambut-rambut yang tidak terlalu lebat dan terkesan dirawat rapi., Dan Gue tetap mnikmati dgn makin mndesahnya Tante Nitha dgn apa yang Gue lGuekn pada tubuhnya., Tangan Gue pun mulai mmainkn memeknya yang basah,, Gue meraba memeknya dgn jari telunjuk atau jari tengah Gue dgn sesekali Gue masukkn ke dalam memek Tante Nitha.

Sedang jempol Gue,, Gue naik turunkn di daerah antara memeknya dgn rambut memeknya., Gue makin mnikmati semua ini dgn mnyentuh ujung lidah Gue pada memeknya bagian atas., Tercium pula bau khas dari kontol Nitha., ‘‘Ughhh,, Will., ., Gueaang., ., kamu pintar sekali,, Gueng., ., ’‘ rintih Nitha ketika Gue mnghisap-hisap klitorisnya dan sesekali mnjilatnya., ‘‘Teruuus., ., terus., ., Gueng., ., agh., ., ahhhh., ., ’‘ rintihnya sambil mmegang kepala Gue dgn kedua tangannya dan seakn-akn mnekn wajah Gue ke dalam memeknya., Waktu itu,, Gue agak sulit bernafas dgn posisi seperti ini,, namun Gue tetap mnjilati dan mmainkn klitorisnya., Agak lama Gue mmainkn klitorisnya dan sesekali mmasukkn satu atau dua jari Gue ke dalam memek Tante Nitha., Mulanya yang sudah basah,, sekarang hingga kering dan sekarang agak lembab dgn bercampurnya air liur Gue., Mungkin karena Gue yang terlalu mnikmati yang sedang Gue lGuekn atau mungkin karena dia sudah terangsang,, dgn tiba-tiba dari dalam memek Tante Nitha mnyembur cairan hangat yang belum pernah Gue temui sebelumnya.

Dengan mnyemburnya cairan itu dari dalam memek Tante Nitha,, makin didorongnya kepala Gue ke arah memek Tante Nitha dan kali itu Gue merasa sulit sekali bernafas namun kejadian itu tidak berlangsung lama sebab setelah itu,, Tante Nitha melepaskn kepala Gue sehingga Gue dapat bernafas kembali., Namun Gue tetap mnjilati dan mnghisapnya yang terasa agak lengket dan sedikit bau amis., Tak berapa lama setelah cairan itu mnyembur,, Nitha mngangkat kepala Gue,, yang maksudnya agar Gue berdiri., Gue pun berdiri dan wajah Gue dekat dgn wajahnya.

Dan Tante Nitha mnciumi bibir Gue dgn masih adanya sisa cairan yang mnempel di bibir dan lidah Gue., Ganas sekali dia mnciumi Gue yang diiringi dgn permainn lidah dan terengah-engah nafasnya., Setelah puas berciuman,, Tante Nitha mnghentiknnya dan mngatakn,, ‘‘Will,, sekarang gantian., ., Gue yang mau mnikmati tubuh kamu., ’‘ Sebelum aba-aba atau jawaban dari Gue,, Tante Nitha langsung mmbuka kaos Gue dari bawah dan mnelusupkn satu tangannya ke atas ke bagian dada Gue., Sambil mngelus-elus dada Gue,, dia bilang bahwa dada Gue lapang,, tidak seperti suaminya yang seolah-olah mmpunyai buah dada., Tante Nitha pun mngatakn bahwa perut Gue tidak gendut,, seperti peminum minuman keras.,

Setelah Gue mmbuka kaos Gue sendiri,, dgn segera Tante Nitha mmulai kecupan kecil di daerah dada Gue dan sesekali mnjilatinya,, sedangkn tangannya mnuju pada kontol Gue dan seperti semula,, dia mmaju-mundurkn kontol Gue., ‘‘Aaah., ., aaah., ., enak,, Luc’‘,, desahku kenikmatan karena selain dijilati atau dikecup,, kontolku pun dikocok2 dgn pelan-pelan namun pasti.,

Seperti halnya yang Gue lGuekn pada tubuh Tante Nitha,, Tante Nitha pun mnjilati,, mngecup dan mnghisap semua bagian depan tubuhku dan makin lama makin ke bawah hingga akhirnya pada kontolku., Pada saat di kontolku,, Tante Nitha langsung mngulumnya seakn-akn mau mnelan semua kontolku yang kira-kira panjangnya 16-18 centimeter., ‘‘Aaagghh., ., aah., ., eeenak,, Luc!’‘ desahku agak keras tidak bisa mnahan rasa nikmat yang Gue rasakn begitu Nitha mmainkn lidahnya di bagian lubang kontolku., Tidak bisa Gue ungkapkn kenikmatannya dan Gue benar-benar mnikmati apa yang Gue rasakn., Lama sekali Nitha mnghisap,, mnjilat,, mngulum dan mmainkn kontol Gue,, dia pun mnjilati lubang anal Gue., Hingga pada akhirnya terlintas dalam pikiran Gue untuk mnyelesaikn pemanasan ini dan mmulai berhubungan seks., Seperti halnya yang Nitha lGuekn pada Gue dgn mngangkat kepala Gue dari memeknya,, begitu pula yang Gue lGuekn untuk mnghentikn kulumannya pada kontol Gue., Gue angkat kepalanya dan Gue dekatkn wajahnya kepada Gue lalu mnciumnya dgn kecupan-kecupan sesekali mnciumnya dgn sedikit mmainkn lidah.

Aku pun mnuntun Nitha untuk tiduran di kasur dgn posisi telentang., Setelah Gue beri ciuman dan sedikit kecupan kecil pada bibirnya,, Gue mmegang kontol Gue dan mngarahkn pada liang senggamanya., Kedua kakinya yang telah dibuka olehnya mmbuat Gue lebih mudah untuk mmasukkn kontol Gue., Sambil mmasukkn kontol Gue,, Gue lihat raut wajah Tante Nitha., Dia tampak mngejamkn kedua matanya sambil mndesah,, ‘‘Ooohh., ., eeemhhh., ., ’‘ lalu mnahan nafas sejenak,, sedangkn kedua tangannya mmegang kedua pantat Gue lalu mncekeramnya agak keras., Sambil mngeluarmasukkn kontol Gue ke kontol Nitha,, Gue mnekuk kedua kakinya dgn kedua tangan Gue sehingga telapak kaki dan tulang keringnya terangkat., ‘‘Uuughh., ., esshhh., ., aaahh., ., eenak., ., Gueng., ., ’‘ desah Tante Nitha sambil mmejamkn matanya., Gue pun mndesah kenikmatan dgn keluar masuknya kontol Gue di dalam memek Tante Nitha., ‘‘Aaahh., ., eeessh., ., Luss., ., eenak., ., ’‘ Kira-kira kami melGuekn posisi itu selama 5 mnit,, lalu Gue angkat kedua kakinya sehingga mnghimpit kepalGue dan tetap mngeluarmasukkn kontolku., Dan Gue tidak tahu berapa lama Gue dan Tante Nitha melGuekn posisi ini hingga akhirnya Nitha mnarik Gue untuk mndekatkn kepala Gue dgn kepalanya,, lalu dia mndekap punggung Gue dgn erat bahkn Gue merasa sangat keras.

Dan mndesah panjang,, ‘‘Eeenghhh… eeesshhh., ., eeenakk., ., ’‘ Lalu Tante Nitha mnghentikn sebentar dan mngeluarkn kontol Gue dari memeknya., Ia lalu mnungging dan Gue tahu maksudnya dan tanpa disuruh olehnya,, Gue mngarahkn kontol Gue untuk kembali mnghujam kontol Nitha., Sambil mmegang kedua belah pantatnya bagian atas,, Gue tetap mngeluarmasukkn kontol Gue dan sesekali Gue melihat reaksi Tante Nitha yang mngangkat sedikit kepalanya ke atas dan sesekali mngibaskn rambutnya sambil mndesah-desah kenikmatan,, ‘‘Aaaghh… eeesshh., ., terus Gueng., ., ’‘ Rasanya lama sekali melGuekn hubungan seks,, hingga Gue merasa sedikit kelelahan begitu juga Tante Nitha,, hingga Gue putuskn untuk mmpercepat geraknku., Makin kupercepat kontolku di dalam memek Tante Nitha., dgn makin kupercepat geraknku,, makin terdengar dgn jelas suara gesekn antara kontol Gue dgn memeknya yang telah diulasi oleh cairan dari memek Tante Nitha.

Aku pun sesekali mmegang togenya dgn kadang meremasnya sebab Gue rasa togenya akn naik turun dan mnggantung karena posisinya., ‘‘Aaakhh., ., enakk!’‘ desah Tante Nitha sedikit teriak., ‘‘Luc., ., Gue mau keluar nich., ., eeesshh., ., ’‘ desahku pada Tante Nitha., ‘‘Keluarin di dalem aja,, Will., ., eesshh., ., ’‘ jawabnya sambil mndesah., Hingga akhirnya Gue merasa bahwa Gue akn mncapai puncak,, Gue agak mnunduk mngikuti posisi Tante Nitha yang mnungging dan Gue pegang kedua buah dadanya sambil sedikit meremas keduanya., ‘‘Uuugghh., ., aaaggh., ., eeenak Luss’‘ teriakku agak keras dgn bersamaannya sperma Gue yang keluar dan mnyembur di dalam memek Tante Nitha.,

Setelah Gue berdiam sejenak setelah ejGuelasi,, Gue keluarkn kontol Gue dan Gue tuntun tubuh Nitha untuk mmbalik sehingga kami dapat berpelukn., Sambil saling mmeluk,, Tante Nitha mngatakn bahwa Gue hebat dan dgn ijin Gue,, dia ingin mnceritakn ini pada temannya., Waktu itu,, Gue katakn bahwa tidak ada masalah andai dia ingin mnceritakn ini pada temannya sebab (waktu itu) Gue pikir,, Tante Nitha tidak akn mngenalkn temannya itu pada Gue., Kami pun hening sejenak sambil tetap saling berpelukn dan tubuh masih dalam keadaan telanjang bulat dan Gue pun masih dapat mncium bau parfum yang Nitha gunakn., Dalam keheningan itu,, terdengar dgn samar-samar lagu When You Said Nothing At All yang dibawakn oleh Ronn Keating dari pesawat TV yang ada.,

Kami pun secara bersamaan tersentak dan ingin melihat., Lalu kami saling meregangkn pelukn kami,, dan Tante Nitha mngambil remote Tv yang berada di atas meja dekatnya lalu mnambah volume suaranya., Seks stw lainya bisa anda baca di ceritaserudewasa., info Setelah itu,,Tante Nitha mngajak Gue untuk berpelukn lagi,, saling mndekap lagi sambil mnikmati lagu Ronn Keating tersebut., Gue lihat jam tangan,, jam mnunjukn pukul 12., 45 dini hari., Dan kami pun tertidur hingga kita berdua bangun bersama-sama sekitar jam 07., 00 pagi,, karena ada seberkas sinar matahari., Setelah mandi,, akhirnya kita sepakat untuk keluar dari hotel tersebut dan Tante Nitha mngantarkn Gue pulang hingga di depan rumah,, setelah itu dia akn kembali ke rumahnya hanya untuk mngganti pakaian dan diteruskn ke kntor., Di dekat rumah,, Tante Nitha mngatakn bahwa dia sangat puas dan ingin mngulang kembali apa yang terjadi tadi malam dan dia mngeluarkn sejumlah uang yang Gue kira cukup banyak buat Gue., Katanya saat itu,, ‘‘Will., ., ini buat kamu., ., siapa tau bisa bantu-bantu kamu kalau kamu pengen beli sesuatu., ., ’‘ namun belum selesai penjelasannya,, Gue jawab bahwa Gue tidak mau mnerima uang sesen pun dari dia sebab apa2 yang Gue lGuekn adalah karena atas dasar suka sama suka dan Gue pun mngatakn bahwa Gue akn merasa sangat terhina kalau dia tetap mmaksa Gue untuk mnerima uang itu.

 

Akhirnya dia mngalah dan kita terdiam sejenak dan dia mngambil HP-nya dan mngatakn bahwa itu adalah pemberian dari dia bukn balasan atas yang Gue lGuekn,, dia pun mnjelaskn agar dia dapat mnghubungi Gue., Setelah Gue pikir-pikir sambil dia tetap berharap agar Gue mnerima itu,, akhirnya Gue mau juga karena Gue pikir HP ini tidak akn selamanya,, Gue dapat mngembaliknnya suatu saat nnti., Setelah tiba di rumah,, Gue pun mmohon diri dan sempat mmegang tangannya bahwa apa yang dia rasakn antara Gue dan dia,, mungkin yang Gue rasakn pada saat itu., Hari itu Tante Nitha mnelepon Gue dua kali lewat HP-nya,, yang pertama mngatakn bahwa dia sudah tiba di rumah dan yang kedua adalah dia sudah berada di kntor., Sejak itu,, Nitha tidak pernah mnghubungi Gue lagi., Tadinya Gue pikir bahwa dia sibuk,, dan Gue pun sadar dgn posisi Gue., Hingga akhirnya Gue dihubungi seorang wanita lewat HP pemberian Tante Nitha., wanita itu mngatakn bahwa Tante Nitha pernah cerita semuanya tentang hubungan Gue dgn Tante Nitha mulai dari mula hingga akhir,, dan wanita ini mngatakn bahwa dia ingin mngatakn sesuatu pada Gue dan ingin ketemu dgn Gue., Hingga pada akhirnya Gue setuju untuk bertemu tanggal 8 Desember di suatu Mall.

 

Dalam pertemuan tersebut,, wanita itu yang seumur dgn Tante Nitha yang mngGue sebagai temannya dan mngGue bernama Julliet ini mngatakn bahwa ada pesan dari Tante Nitha untuk mngatakn yang sebenarnya pada Gue bahwa Tante Nitha telah bersuami dan sudah 1., 5 tahun belum dikarunia anak dan dikatakn bahwa suaminyalah yang tidak mampu berproduksi sebab Nitha secara diam-diam sudah mmeriksakn dirinya tanpa sepengatahuan suaminya,, dan pesan Tante Nitha yang terakhir adalah dia mnyampaikn permintaan maaf sebesar-besarnya untuk Gue sebab Tante Nitha tidak ingin bertemu dgn Gue lagi., Julliet ini pun mngatakn bahwa ia ingin melGuekn hal yang sama seperti Tante Nitha namun bukn dgn tujuan untuk mmiliki anak sebab ia mngatakn bahwa ia dan suaminya tanpa masalah dalam mmproduksi anak,, yang jadi masalah adalah suaminya yang setelah selesai hubungan seks,, ia selalu langsung mninggalkn Julliet tidur., ‘‘Jadi,, andai Tante Nitha hamil,, ada kemungkinn bahwa itu adalah

cerita dewasa | birahi istri tetangga yang alim banget

Posted on

cerita dewasa | birahi istri tetangga yang alim banget

cerita dewasa birahi tetangga

Akhirnya usai sudah kegiatan yang menjemukan selama 2 minggu di sini…dan aku mo balik ke Jakarta untuk refresh neh…oh iya namaku Andi umur 30 tahun sekarang aku bekerja di perusahaan swasta, ciri2 tubuhkan yahh..untuk postur Indonesia udah cukup di perhitungkan neh..heheheh…”cerita dewasa terbaru
Besok aku mo pulang ke Jakarta setelah mengikuti kegiatan dari
Perusahaan di Kota ini di ujung Timur Indonesia neh…aku mo naik kapal laut aja dech…karena selama ini kalau bepergian aku belum pernah naik kapal laut…so akan aku coba aja dech walaupun itu di tempuh dng lama perjalanan 1 minggu…wahhhh…pusing juga neh…setelah membeli Tiket kapal laut kelas 1 aku langsung berkemas-kemas untuk persiapan besoknya berangkat.”cerita dewasa terbaru”

Cerita Mesum 2015: Birahi Liar si Ibu Alim

Tiba saat nya aku menuju pelabuhan…setelah segala macam proses pemeriksaan tiket dan bercampur aduk dengan para penumpang..so akhirnya aku naik dan masuk ke kamarku yang kelas 1 dan tentunya kamar kelas 1 aku yang sendiri menempatinya…langsung aku bergegas membersihkan diri (mandi neh..)”cerita mesum birahi” setelah mandi diatas…aku berjalan-jalan di Dek kapal sambil menunggu sebentar lagi kapal akan berangkat..wahhh..kalo selama 1 minggu diatas kapal tidak ada yang bisa bikin buat seger…jadi tambah pusing neh .”ujarku di dalam hati..setelah melihat-lihat sekeling kapal dan akhirnya aku berdiri di pinggiran kapal sambil melihat kebawah siapa tau aja ada yang bisa nemanin aku selama seminggu ini hehehhe..”cerita mesum birahi”
Mataku tertuju pada seorang ibu muda berjilbab kira-kira berumur 27 tahunan bersama anak nya yang kira-kira 5 tahunan lah dan sebelahnya di antar seorang lelaki yang kemudian mencium kening ibu itu dan anaknya…setelah itu mereka berdua naik ke kapal dan tak lama kemudian kapal berangkat meninggalkan pelabuhan dan lelaki itu melambaikan tangganya kepada ibu dan anaknya…setelah kapal menjauh dari pelabuhan, hmmm aku mulai mendekati ibu muda itu dan mulai berkenalan…”nama ku Andi, aku tujuan Jakarta “ujarku. Ibu itu sekilas melihat aku dan senyumnya mengembang di bibirnya yang tipis.”cerita mesum birahi” Tak lama kemudian di berucap : namaku Lia’ ini anakku dan tujuan juga ke Jakarta”ucapnya. Akhinya kita saling ngobrol2 dan ternyata tadi adalah suaminya yang bekerja di kota ini dan Lia setiap 6 bulan sekali datang bersama anaknya untuk melepas rindu sama sang suami…walahh..kuat juga yach..kalo aku kagak nahannnn…(hehehe)

cerita sex ibu ibu alim

Besok pagi disaat waktu makan pagi aku melihat Lia bersama anaknya sedang menuju ruang makan..aku melihat dari belakang…hmmmm berisi juga neh pantatnya, padahal sudah di tutupi gaun yang menutupi sampai mata kaki neh’ujarku dalam hati…langsung aku menemuinya dan kita makan bersama-sama 1 meja..sambil aku ngelirik ke arahnya…wow…sempat aku melihat bentuk payudaranya yang ditutupi oleh jilbab dan bajunya”cerita sex terbaru” …lumayan mengkal neh…waduh jadi pikiran kotor neh…Lia, di kelas 1 juga yach”tanyaku…”tidak mas aku ambil di kelas 2 aja kok”jawabnya sambil senyumnya mengembang dari bibirnya yang tipis dan basah..”ooohhh kalo aku di kelas 1, abis sendirian aja sih…pengen tenang dan rileks aja”ucapku sekenanya.. Lia juga sendiri kok, dari tadi malam belum ada penumpang yang sekamar dengan lia, jadinya lia Cuma ditemani anakku aja neh’sahutnya..oh gitu yach…brarti aku bisa dong main2 ke kamarmu”tanyaku. “ bisa aja kok, kita khan di satu gang..tadi malam mas khan sempat keluar aku melihat kok”ujarnya…oh ya…aku mo cari rokok tuch semalam”sahutku lagi.
Setelah selesai makan pagi, kita bersama-sama jalan di koridor kapal sambil bercerita dan diiringi guyonan kecil-kecil..”cerita sex terbaru”karena di luar koridor..angin cukup kencang…maka saat aku berjalan disampingnya…hmmm aku mencium bau wangi yang sangat harum dan melihat putihnya leher ibu berjilbab ini…oh seandainya aku dapat menidurinya…”bisikku di dalam hati”cerita sex terbaru.
Hari kedua belum terjadi apa2 diantara kami, namun setelah makan sore…iseng-iseng aku mengetuk pintu kamarnya “Lia, ini aku andi…boleh aku masuk,”tanyaku. Tak lama kemudian pintu terbuka dan muncul kepalanya yang ditutupi oleh jilbab seadanya dan menggunakan terusan daster…hmmm aku liat dia..tidak mengurangi kecantikan dan kemontokannya kok..”silahkan masuk mas,”ujarnya pelan…Maaf anakku baru aja tidur dan aku baru tidurin dia neh” sahutnya. Dikarenakan kita nggak mau mengganggu anaknya, so kita duduk di satu tempat tidur yang lain…sambil bercerita..aku memandangnya ohhhh…semakin lama disini aku semakin tidak kuat menahan birahi ku..”ujarku didalam hati. Saat kita sedang bercerita..dasternya tersingkap sampai dengan”cerita sex terbaru lututnya..uppss.spontan aku mengatakan,”mulus sekali kakimu lia yah..pasti kamu rawat dengan baik dan secara sempurnya,”ujarku sambil tanganku mengelus-elus betisnya…secara refleks..langsung dia menarik kakinya dari tanganku…
sambil berujar..ah mas Andi bisa-bisa aja nih”senyumnya mengembang dari bibirnya yang tipis dan basah…namun aku tetap memegang betisnya dan bahkan menggeser kan tanganku keatas…ah Mas…jangan gitu ach…nggak enak neh…”sahutnya…namun aku tak berkata-kata lagi..langsung aku sibakkan dasternya sampai ke pahanya…dan langsung kuciumi dan kujilati pahanya…sluuurrrppp..Ohhhhhh Mass jangan dong…”ujarnya…namun Lia tidak menarik pahanya dari mulutku…tanganya malahan memegang kepalaku dan seolah-olah menekan – nekan …sluurrrppp…slururrpppp..ssshh hh…oh mas…jjaannn…gannn….”pekik lia pelan..namun aku tetap melanjutkan jilatanku sampai ke pangkal pahanya”cerita sex terbaru…dan secara cepat aku menarik celana dalam nya turun …dan sluuurrrppp ku jilati memeknya yang penuh dengan bulu-bulu…oohhhh…mas andiii….oohhh…”desahnya..kujil ati itilnya slururpp.sluruppp..shhhh…ohhh mass…aduuuhhh…ahhhh…jeritnya pelan…
setelah sekitar 15 menit aku bermain lidahku di memeknya..langsung aku memberhentikan kegiatanku dan kuangkat kepalaku keatas…kulihat Lia memejam matanya menahan kenikmatan yang baru dia rasakan..ohhh aku liat begitu indah pemandangan didepanku..Ibu muda, cantik dan berjilbab menggunakan daster setengah telanjang sedang menanti ****** neh…langsung ku hampiri bibirnya yang sedari kemarin aku “cerita sex terbaru inginkan…sluuup..smmm…hmmm…kit a langsung bersilat lidah..tak lupa tanganku menggerayangi payudaranya…ohhh…mas..pintar sekali kamu,…ohhhh..achhh.. ku turunin lidahku menuju payudaranya dan ku gigit2 kecil dari luar dasternya…ohh..mass…cepaattt…n anti anakku bangun”bisiknya pelan…langsung tanpa ada yang perintah, kubuka celana panjang dan sekalian celana dalamku…upps…
besar sekali mas punyamu”sahutnya….silahkan lia …apa yang kamu inginkan…”ujarku. Lia langsung menyodorkan mulutnya dan menghisap kontolku dengan mahirnya…ugghhhhff…Lia kamu pintar juga yach…sama suamimu juga sering beginian yach…mmrmmmrpp..nggak masss…jarang kok…setelah sekian menit..aku langsung memberhentikan isapannya pada kontolku dan langsung menaikkan dasternya tanpa melepas jilbabnya…dan Lia membuka kedua pahanya menanti kontolku memasuki dirinya…ayok mas..cepatan ohhggghh…pelan-pelan kutempelkan kontolku di permukaan memeknya…oufghhhh…baru aja kepala kontolku masuk…udah terasa nikmat…dooorong mas…enaeekkk mass…oughhhh…kudorong pelan-pelan masuk…dan bleeeeeeeeeesss..ughhf akhirnya masuk semua kontolku kedalam memeknya..kudiami beberapa saat..dan mulailah ku pompa kontolku di dalam

cerita dewasa seks gairah ibu ibu

memeknya…srooopp..croopppp…sle rrrrppp…ohhh…enak sekali memekmu lia….”cerita dewasa seks”.iiyyyyaa…kontolmu juga enak mass….oohhh…terusin mass…. Aku sengaja tidak membuka jilbab dan dasternya…takut kalo anaknya tiba-tiba bangun….teruuusss mass…yang cepatt…ooohhh…sruuuppp…sreettt …croooppp..celllelel ppp..belle…aku pompa terus memeknya sampai kira-kira setengah jam…kulihat Lia sudah mulai tanda-tanda mau keluar…oohhh mass…cepatannnn..lia udah mo keluar….sabarr yah”cerita dewasa seks“..mas juga udah mau keluar yah…uggghh lia..kita sama-sama keluarin yah…ooohhhsllluuppp…oohhh…achh hh…akhirnya lia telah keluar dan semenit kemudian menyusul aku menyemprotkan air mani ku ke memeknya..crootttt..corroooot. corootttttt…uuffhhhh ..mas banyak sekali air manimu neh…setelah kita tenang…langsung lia ke kamar mandi membersihkan air mani ku yang mulai meleleh di pahanya…aku menunggu dia keluar dari kamar mandi dan aku bilang minta maaf yah..bahwa aku kebawa nafsu sih…dia bilang nggak apa2 kok…sama dengan dia juga…aku mohon izin untuk kembali ke kamarku dulu dikarenakan jam sudah menunjukan pukul 10 malam”cerita dewasa seks”.
Besok pagi disaat waktu makan pagi, aku mengetok kamarnya…Lia…kita sarapan pagi yook”ujarku pelan..tak lama pintu terbuka dan lia telah siap dengan pakaian longdres panjang dan berjilbab…uugghhh cantiknya dia..dan menyilahkan ku masuk…anakku belum bangun neh”jawabnya..jadi gimana dong..kita tunggu bentaran aja yach”tanyanya..akhirnya kita ngobrol-ngobrol…ehh..udah sekitar setengah jam..anaknya belum bangun juga neh..tau-tau kita malahan saling pegang-pegangan tangan…Lia kamu cantik sekali…”ujarku…ach mas ini..Lia biasa-biasa aja kok”ucapnya malu-malu…langsung ku susup lidahku ke mulutnya…hmmmmpppff…jangan ach mas…ntar anakku bangun lho” sahutnya..sebenntarr aja yach lia”ucapku memelas….hmmmm gimana yach “jawab lia… tanpa menunggu jawabannya…langsung kuciumi bibirnya yang merah dan basah “cerita dewasa seks”itu…sluruurupp…hmmpfghh…oohhh. .masshh…langsung ku mainkan lidahku di dalam mulutnya..cuupppss…smshhsh…ooh h…tanpa membuka jilbabnya…langsung kunaikkan longdress nya….kuturunin celana dalamnya….oohhh…udah basah juga neh…memeknya…ssss..ssss mas….oohhh…..cepat-cepat ku balikin dia…aku pengen gaya nungging…ohhh mas….kuangkat kakinya satu….dan mulai kutusukkan kontolku ….ssss…oougghhh..blessss…sssss llreepp…mmrrpp oohhh mas…nikmat sekaliii…..liiaa…memekmu juga enaakakk….oougghhhaaa…ooohhh…y ang cepat mas…..kupompa kontolku…srooortkkk..sluururpp p…sreet…bellsss..ufg hhh…masss…enak sekali….hmmmm…iya …yyahh…oohhh..lia ayookk kita keluarin bersama-sama….ooggghh…mass…. aku mo keluarrrrr…oogghhrrr…ahhhhh….l ngsung badannya lia jatuh ke tempat tidur sambil tetap menungging membelakangi aku…dan tanpa menunggu lagi kutusukkan kontolku”cerita dewasa seks” lagi…bleessssssssss….oohhhh masss…enakkk….cepattttaaannn…i iiiiyya lia..ooohh mas hampir keluar neh….oghhhsoohhhh…liaa….siiapp p…croootttttt…croott t…..crooott ughhh…tumpah ruah air maniku kedalam memeknya lagi…tak lama air maniku keluar…so anaknya juga udah mulai bangun dan kita langsung bereskan diri…dan menuju ruang makan.

cerita ngentot ibu ibu

Selama empat hari kita selalu bercinta, namun lia tidak pernah telanjang alias jilbab dan bajunya masih menempel di badan…”cerita dewasa seks”dan aku pun tak bermasalahkan itu…yang penting memeknya yang ranum hhmmmm…hingga suatu malam hari ke enam dan rencananya besok kapal kita sudah nyampe di Jakarta…aku sedang santai sambil tiduran di dalam kamar hanya mengenakan celana pendek…tok…tok…kudengar ketukan pintu kamar ku, “siapa yah” tanyaku…ini lia mas”jawab suara diluar. Serta merta aku berdiri dan membuka pintu…hmmm..kulihat lia hanya mengenakan daster panjang tanpa mengenakan jilbab…ohhhh..cantiknya dan putih sekali lehernya itu…semenit aku terpana di depan pintu…dan Mas…boleh aku masuk”tanyanya…langsung aku tersentak kaget…oh iya..ya silahkan lia”sahutku..ada apa ne lia, malam2 kesini”tanyaku…ndak neh aku mo nanya aja ..besok khan kita udah nyampe Jakarta, trus mas langsung pulang yah” tanyanya. Jawabku. Iya sih…soalnya lusa udah masuk ngantor…terangku kepadanya. Ooooohh..ya udah deh lia langsung pulang ke kampung aja”cerita ngentot ibu ibu dech..jawabnya. setelah kita ngobrol panjang lebar..Lia pamitan mo kembali ke kamarnya, dikarnakan jam udah menunjukan pukul 9 malam, namun disaat dia mo berdiri, ku pegang tangannya…dan kuciumi sambil ku jilati telapak tangannya sampai ke pangkal lengannya…oouuhhh mas…geli ahh…tanpa ku jawab…kujilati lehernya yang putih mulus itu…sluurrppp..slurppp…shhhh…s sss oohh mas…sluurrp.…kutelusuri lehernya yang jenjang…kadang kugigit-gigit kecil…oowhh…massss…ohhh..Lia aku ingin bersamamu malam ini”ujarku…dia diam sambil menundukkan kepalanya….hmmmmm..tanpa tunggu jawabannya..langsun ku gendong dan ku bawa ke tempat tidur…mulai kuciumi bibirnya yang ranum…rhmmmm..sluruppp….ssshhm m..ohssss… lia sungguh enak bibirmu..hhmmsfh..ku buka perlahan-lahan dasternya…oohhhh…ternyata lia tidak memakai Bh dan celana dalam…sluruuurpp…slururpp…hmmm m…langsung ku jilati payudaranya yang putih mengkal…sluuruppp..ohhhssss…ma sssnnn…stertuuuusss… ucapnya terbata-bata. Kutelusuri lidahku ke memeknya yang rimbun…sluruuupp..”cerita ngentot ibu ibukujilati itilnya…oohhhhsss….langsung kubalikan badanku tepat kontolku di mulutnya ….slruuup…oougfhhh…hmmmsssllii pp…kontolku langsung diisapnya…sambil tak lupa kuhisap juga memeknya yang ranum ini…ohhh mas….aku udah nggak tahan….tuussuuukk

mas….saabbarrr…lia…aku ingin malam ini berkesan sekali’ujarku….oohhsusss…kujil ati terus sampai terasa banyak lendir yang keluar dari memeknya lia…massssssss….langsung ku ubah posisiku…dan siap-siap kutusukkan kontolku ini…slleeeeerrpp.. blesssshh..oohhhhh..crororlkkk …crorokk..crokk..ohh mas..enak sekali… kuangkat kakinya yang satu sambil terus kupompa kontolku …smsmshhggoouuhhh…..mass… teruskan masss….ennaakkk…sroorkkk..coro rkk…setelah setengah jam..saat-saat aku mo keluar..langsung ku minta lia untuk berbalik dan kutusukan kontolku lewat belakang (gaya doggy)…oougghhhh…enak sekali memek mu lia.’’sahutku…blesss…blesss…ma ss…enakk.. ku pompa kontolku secara cepat….dan akhirnya…lia kita keluarin sama-sama yah…iiiiiyyya mass…ohhhuuu…sssss..hhhh massss…aaaaaaaaaahhhh..kuteria k agak keras…dan akhirnya air pejuku muntah juga kedalam memeknya…oh mas enak sekali…lia lemas neh”sahutnya…setelah beberapa menit..lia mohon pamit kembali ke kamarnya karena sudah tinggalin anaknya 3 jam tuh..akhirnya aku juga tidur.
Keesokan harinya…kita berdua terlambat bangun pagi.. dan aku pikir lebih baik bersiap-siap aja untuk beberapa jam akan sandar di pelabuhan tanjung priok…saat aku lagi berbenah-benah..kudengar ketokan di pintu dan suaranya lia terdengar dari luar sana, Mas..udah siap-siapan yah..tanyanya. iya neh..sambil ku lirik dia membawa anaknya…ayo masuk dulu..”jawabku..Lia udah siapin barang-barangnya yah”tanyaku…ya udah lah mas, maka itu kita kesini mo memastikan, siapa tau mas masih belum bangun…gara-gara semalam”bisiknya di telingaku….hhmmm lia…kamu itu makin menggemaskan aja”sambil ku colek pantatnya…wow…kelihatannya dia nggak pake celana dalam neh.”ucapku dalam hati…aku jadi pengen buktiin neh…tapi bagaimana yach…? Soalnya dia bersama anaknya neh…dan sebentar lagi kira-kira 2 jam an udah mo nyampe di pelabuhan neh…waaahhh..aku jadi tambah panas dingin neh…kulihat lia menghempaskan pantatnya di tempat tidurku…anaknya juga disebelahnya…Lia kamu kok tambah cantik yah, memakai jilbab dan terusan (longdress) itu”ujarku.. ahh mas ini pasti kalo ngebilang itu ada maunya yach”selidiknya sambil senyum… langsung ku jawab ; tau aja”sahutku. Sambil kubereskan pakaianku dan kumasukin ke dalam tas, ku lihat anaknya udah mulai rewel neh…ndak tau kenapa yah..kali aja udah mulai ngantuk atau udah tau yah mamanya mo pikiran ngeres J “mama..ari kembali ke kamar dulu yach…”Tanya anaknya..mo ngapain ri…”anya mamanya, mo bobo bentaran aja…ngantuk neh…ohh ya udah…kalo gitu, ntar lagi mama nyusul…khan tinggal sejam lagi kita nyampe…ari bobo dulu yah ntar mama bangunin”sahut mamanya..langsung serta merta ari pamit ke kamarnya dan kututup pintu kamarku…..tanpa menunggu lama lagi…kuangkat longdress nya…oohhhh.. mass mo ngapain “pekik lia…hmmmmppp…betul yang kuduga..lia tidak pake celana dalam…pasti udah mo ngerasain kontolku lagi yah…langsung kujilati saja

cerita birahi tentangga haus seks

memeknya…sluuurppr..sluurprp…o ughhs…hmmmmss..masss …achhh…mass…setelah sekian menit langsung ku angkat kakinya satu di atas tempat tidur dan kutusukan kontolku ke memeknya…blessssss….srelllpp…. slleeeeeppp…bleessss ….ooouughhh…massssss….nikkmmaa ttt….sssss…cloopp.cl op..karena waktu yang terbatas…aku semakin cepat memompa memeknya.croooppp..cloppp..bun yi paha kita beradu…sluruuru…belssslsss..ss sshh..masss aku sungguh tidak bisass melupakanmu…ooohhh..liiaaa…mme mekmu sungguh legiiit…slreeepp..sloopp..cepa tan mas…langsung ku pompa lebih cepat lagi dan akhirnya…oooooohhhh…aaaaaaaahh hh lia…siaapp aku mo keluar…uuggghhh…croooot.crooto tt…croooot…pejuku keluar langsung mengisi rahimnya lagi…dan ooohhh mas…sungguh nikmat ****** dan air manimu itu “sahut lia..langsung tak lama pengumuman dari ABK bahwa setengah jam lagi kapal akan bersandar di Pelabuhan tanjung priok…serta merta kita berdua bergegas merapikan kembali pakaian dan lia kembali ke kamarnya dan aku langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri lagi..sebelum aku mandi ku bilang sama dia; pake celana dalam mu yah, soalnya nanti bisa diliat orang dan takutnya nanti aku minta lagi neh”ujarku…dibalasnya lia dengan memegang kontolku…hmmmmm…kontol yang nikmat”ujarnya..
Kapal sudah berlabuh di pelabuhan dan kita berdua sudah tiba di dermaga dan saat nya kita berpisah..masing-masing dari kita memberikan alamat rumah dan berharap di lain waktu kita bisa bertemu lagi…lambaian tanganku menyertai kepergian lia dan anaknya ke kampungnya…Oh lia…engkau memang birahi yang tak pernah padam…walaupun tubuhmu tertutup jilbab dan gaun panjang…namun kamu tidak bisa mempungkiri hatimu…

cerita dewasa | birahi istri tetangga yang alim banget

cerita dewasa pembantuku yang semok

Posted on Updated on

semok

Bi Eha sudah cukup lama menjadi pembantu di rumah Tuan Hartono. Ini merupakan tahun ketiga ia bekerja di sana. Bi Eha merasa kerasan karena keluarga Tuan Hartono cukup baik memperlakukannya bahkan memberikan lebih dari apa yang diharapkan oleh seorang pembantu. Bi Eha sadar akan hal ini, terutama akan kebaikan Tuan Hartono, yang dianggapnya terlalu berlebihan. Namun ia tak begitu memikirkannya. Sepanjang hidupnya terjamin, iapun dapat menabung kelebihannya untuk jaminan hari tua. Perkara kelakuan Tuan Hartono yang selalu minta dilayani jika kebetulan istrinya tak ada di rumah, itu adalah perkara lain. Ia tak memperdulikannya bahkan ikut menikmati pula.Walaupun orang kampung, Bi Eha tergolong wanita yang menarik. Usianya tidak terlalu tua, sekitar 32 tahunan. Penampilannya tidak seperti perempuan desa. Ia pandai merawat tubuhnya sehingga nampak masih sintal dan menggairahkan. Bahkan Tuan Hartono sangat tergila-gila melihat kedua payudaranya yang montok dan kenyal. Kulitnya agak gelap namun terawat bersih dan halus. Soal wajah meski tidak tergolong cantik namun memiliki daya tarik tersendiri. Sensual! Begitu kata Tuan hartono saat pertama kali mereka bercinta di belakang dapur suatu ketika.Dalam usianya yang tidak tergolong muda ini, Bi Eha – janda yang sudah lama ditinggal suami – masih memiliki gairah yang tinggi karena ternyata selain berselingkuh dengan majikannya, ia pernah bercinta pula dengan Kang Ujang, Satpam penjaga rumah. Perselingkuhannya dengan Kang Ujang berawal ketika ia lama ditinggalkan oleh Tuan Hartono yang sedang pergi ke luar negeri selama sebulan penuh. Selama itu pula Bi Eha merasa kesepian, tak ada lelaki yang mengisi kekosongannya. Apalagi di saat itu udara malam terasa begitu menusuk tulang. Tak tahan oleh gairahnya yang meletup-letup, ia nekat menggoda Satpam itu untuk diajak ke atas ranjangnya di kamar belakang.Malam itu, Bi Eha kembali tak bisa tidur. Ia gelisah tak menentu. Bergulingan di atas ranjang. Tubuhnya menggigil saking tak tahannya menahan gelora gairah seksnya yang menggebu-gebu. Malam ini ia tak mungkin menantikan kehadiran Tuan Hartono dalam pelukannya karena istrinya ada di rumah. Perasaannya semakin gundah kala membayangkan saat itu Tuan Hartono tengah menggauli istrinya. Ia bayangkan istrinya itu pasti akan tersengal-sengal menghadapi gempuran Tuan Hartono yang memiliki ’senjata’ dahsyat. Bayangan batang kontol Tuan Hartono yang besar dan panjang itu serta keperkasaannya semakin membuat Bi Eha nelangsa menahan nafsu syahwatnya sendiri. Sebenarnya terpikir untuk memanggil Kang Ujang untuk menggantikannya namun ia tak berani selama majikannya ada di rumah. Kalau ketahuan hancur sudah akibatnya nasib mereka nantinya. Akhirnya Bi Eha hanya bisa mengeluh sendiri di ranjang sampai tak terasa gairahnya terbawa tidur.Dalam mimpinya Bi Eha merasakan gerayangan lembut ke sekujur tubuhnya. Ia menggeliat penuh kenikmatan atas sentuhan jemari kekar milik Tuan Hartono. Menggerayang melucuti kancing baju tidurnya hingga terbuka lebar, mempertontonkan kedua buah dadanya yang mengkal padat berisi. Tanpa sadar Bi Eha mengigau sambil membusungkan dadanya.“Remas.. uugghh.. isep putingnya.. aduuhh enaknya..”Kedua tangan Bi Eha memegang kepala itu dan membenamkannya ke dadanya. Tubuhnya menggeliat mengikuti jilatan di kedua putingnya. Bi Eha terengah-engah saking menikmati sedotan dan remasan di kedua payudaranya, sampai-sampai ia terbangun dari mimpinya.Perlahan ia membuka kedua matanya sambil merasakan mimpinya masih terasa meski sudah terbangun. Setelah matanya terbuka, ia baru sadar bahwa ternyata ia tidak sedang mimpi. Ia menengok ke bawah dan ternyata ada seseorang tengah menggumuli bukit kembarnya dengan penuh nafsu. Ia mengira Tuan Hartono yang sedang mencumbuinya. Dalam hati ia bersorak kegirangan sekaligus heran atas keberanian majikannya ini meski sang istri ada di rumah. Apa tidak takut ketahuan. Tiba-tiba ia sendiri yang merasa ketakutan. Bagaimana kalau istrinya datang?Bi Eha langsung bangkit dan mendorong tubuh yang menindihnya dan hendak mengingatkan Tuan Hartono akan situasi yang tidak memungkinkan ini. Namun belum sempat ucapan keluar, ia melihat ternyata orang itu bukan Tuan Hartono?! Yang lebih mengejutkannya lagi ternyata orang itu tidak lain adalah Andre, putra tunggal majikannya yang masih berumur 15 tahunan!?“Den Andre?!” pekiknya sambil menahan suaranya.“Den ngapain di kamar Bibi?” tanyanya lagi kebingungan melihat wajah Andre yang merah padam.Mungkin karena birahi bercampur malu ketahuan kelakuan nakalnya.“Bi.. ngghh.. anu.. ma-maafin Andre..” katanya dengan suara memelas.Kepalanya tertunduk tak berani menatap wajah Bi Eha.“Tapi.. barusan nga.. ngapain?” tanyanya lagi karena tak pernah menyangka anak majikannya berani berbuat seperti itu padanya.“Andre.. ngghh.. tadinya mau minta tolong Bibi bikinin minuman..” katanya menjelaskan.“Tapi waktu liat Bibi lagi tidur sambil menggeliat-geliat. . ngghh.. Andre nggak tahan..” katanya kemudian.“Oohh.. Den Andre.. itu nggak boleh. Nanti kalau ketahuan Papa Mama gimana?” Tanya Bi Eha.“Andre tahu itu salah.. tapi.. ngghh..” jawab Andre ragu-ragu.“Tapi kenapa?” Tanya Bi Eha penasaran“Andre pengen kayak Kang Ujang..” jawabnya kemudian.Kepala Bi Eha bagaikan disamber geledek mendengar ucapan Andre. Berarti dia tahu perbuatannya dengan Satpam itu, kata hatinya panik. Wah bagaimana ini?“Kenapa Den Andre pengen itu?” tanyanya kemudian dengan lembut.“Andre sering ngebayangin Bibi.. juga.. ngghh.. anu..”“Anu apa?” desak Bi Eha makin penasaran.“Andre suka ngintip.. Bibi lagi mandi,” akunya sambil melirik ke arah pakaian tidur Bi Eha yang sudah terbuka lebar.Andre melenguh panjang menyaksikan bukit kembar montok yang menggantung tegak di dada pengasuhnya itu. Bi Eha dengan refleks merapikan bajunya untuk menutupi dadanya yang telanjang. Kurang ajar mata anak bau kencur ini, gerutu Bi Eha dalam hati. Nggak jauh beda dengan Bapaknya.“Boleh khan Bi?” kata Andre kemudian.“Boleh apa?” sentak Bi Eha mulai sewot.“Boleh itu.. ngghh.. anu.. kayak tadi..” pinta Andre tanpa rasa bersalah seraya mendekati kembali Bi Eha.“Den Andre jangan kurang ajar begitu sama perempuan.., ” katanya seraya mundur menjauhi anak itu. “Nggak boleh!”“Kok Kang Ujang boleh? Nanti Andre bilangin lho..” kata Andre mengancam.“Eh jangan! Nggak boleh bilang ke siapa-siapa. .” kata Bi Eha panik.“Kalau gitu boleh dong Andre?”Kurang ajar bener anak ini, berani-beraninya mengancam, makinya dalam hati. Tapi bagaimana kalau ia bilang-bilang sama orang lain. Oh Jangan. Jangan sampai! Bi Eha berpikir keras bagaimana caranya agar anak ini dapat dikuasai agar tak cerita kepada yang lain. Bi Eha lalu tersenyum kepada Andre seraya meraih tangannya.“Den Andre mau pegang ini?” katanya kemudian sambil menaruh tangan Andre ke atas buah dadanya.“Iya.. ii-iiya..,” katanya sambil menyeringai gembira.Andre meremas kedua bukit kembar milik Bi Eha dengan bebas dan sepuas-puasnya. “Gimana Den.. enak nggak?” Tanya Bi Eha sambil melirik wajah anak itu.“Tampan juga anak ini, walau masih ingusan tapi ia tetap seorang lelaki juga”, pikir Bi Eha.Bukankah tadi ia merindukan kehadiran seorang lelaki untuk memuaskan rasa dahaga yang demikian menggelegak? Mungkin saja anak ini tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, tetapi dari pada tidak sama sekali?Setelah berpikiran seperti itu, Bi Eha menjadi penasaran. Ingin tahu bagaimana rasanya bercinta dengan anak di bawah umur. Tentunya masih polos, lugu dan perlu diajarkan. Mengingat ini hal Bi Eha jadi terangsang. Keinginannya untuk bercinta semakin menggebu-gebu. Kalau saja lelaki ini adalah Tuan Hartono, tentunya sudah ia terkam sejak tadi dan menggumuli batang kontolnya untuk memuaskan nafsunya yang sudah ke ubun-ubun. Tapi tunggu dulu. Ia masih anak-anak. Jangan sampai ia kaget dan malah akan membuatnya ketakutan.Lalu ia biarkan Andre meremas-remas buah dadanya sesuka hati. Dadanya sengaja dibusungkan agar anak ini dapat melihat dengan jelas keindahan buah dadanya yang paling dibanggakan. Andre mencoba memilin-milin putingnya sambil melirik ke wajah Bi Eha yang nampak meringis seperti menahan sesuatu.“Sakit Bi?” tanyanya.“Nggak Den. Terus aja. Jangan berhenti. Ya begitu.. terus sambil diremas.. uugghh..”Andre mengikuti semua perintah Bi Eha. Ia menikmati sekali remasannya. Begitu kenyal, montok dan oohh asyik sekali! Pikir Andre dalam hati. Entah kenapa tiba-tiba ia ingin mencium buah dada itu dan mengemot putingnya seperti ketika ia masih bayi.Bi Eha terperanjat akan perubahan ini sekaligus senang karena meski sedotan itu tidak semahir lelaki dewasa tapi cukup membuatnya terangsang hebat. Apalagi tangan Andre satunya lagi sudah mulai berani mengelus-elus pahanya dan merambat naik di balik baju tidurnya. Perasaan Bi Eha seraya melayang dengan cumbuan ini. Ia sudah tak sabar menunggu gerayangan tangan Andre di balik roknya segera sampai ke pangkal pahanya. Tapi nampaknya tidak sampai-sampai. Akhirnya Bi Eha mendorong tangan itu menyusup lebih dalam dan langsung menyentuh daerah paling sensitive. Bi Eha memang tak pernah memakai pakaian dalam kalau sedang tidur. “Tidak bebas”, katanya.Andre terperanjat begitu jemarinya menyentuh daerah yang terasa begitu hangat dan lembab. Hampir saja ia menarik lagi tangannya kalau tidak ditahan oleh Bi Eha.“Nggak apa-apa.. pegang aja.. pelan-pelan. . ya.. terus.. begitu.. ya.. teruusshh.. uggh Den enaak!”Andre semangat mendengar erangan Bi Eha yang begitu merangsang. Sambil terus mengemot puting susunya, jemarinya mulai berani mempermainkan bibir kemaluan Bi Eha. Terasa hangat dan sedikit basah. Dicoba-cobanya menusuk celah di antara bibir itu. Terdengar Bi Eha melenguh. Andre meneruskan tusukannya. Cairan yang mulai rembes di daerah itu membuat jari Andre mudah melesak ke dalam dan terus semakin dalam.“Akhh.. Den masukin terusshh.. ya begitu. Oohh Den Andre pinter!” desah Bi Eha mulai meracau ucapannya saking hebatnya rangsangan ke sekujur tubuhnya.Sambil terus menyuruh Andre berbuat ini dan itu. Tangan Bi Eha mulai menggerayang ke tubuh Andre. Pertama-tama ia lucuti pakaian atasnya kemudian melepaskan ikat pinggangnnya dan langsung merogoh ke balik celana dalam anak itu.“Mmmpphh..”, desah Bi Eha begitu merasakan batang kontol anak itu sudah keras seperti baja.Ia melirik ke bawah dan melihat batang Andre mengacung tegang sekali. Boleh juga anak ini. Meski tidak sebesar bapaknya, tapi cukup besar untuk ukuran anak seumurnya. Tangan Bi Eha mengocok perlahan batang itu. Andre melenguh keenakan.“Oouhhgghh.. Bii.. uueeanaakkhh! ” pekik Andre perlahan.Bi Eha tersenyum senang melihatnya. Anak ini semakin menggemaskan saja. Kepolosan dan keluguannya membuat Bi Eha semakin terangsang dan tak tahan menghadapi emotan bibirnya di puting susunya dan gerakan jemarinya di dalam liang mem*knya. Rasanya ia tak kuat menahan desakan hebat dari dalam dirinya. Tubuhnya bergetar.. lalu.., Bi Eha merasakan semburan hangat dari dalam dirinya berkali-kali. Ia sudah orgasme. Heran juga. Tak seperti biasanya ia secepat itu mencapai puncak kenikmatan. Entah kenapa. Mungkin karena dari tadi ia sudah terlanjur bernafsu ditambah pengalaman baru dengan anak di bawah umur, telah membuatnya cepat orgasme.Andre terperangah menyaksikan ekspresi wajah Bi Eha yang nampak begitu menikmatinya. Guncangan tubuhnya membuat Andre menghentikan gerakannya. Ia terpesona melihatnya. Ia takut malah membuat Bi Eha kesakitan.“Bi? Bibi kenapa? Nggak apa-apa khan?” tanyanya demikian polos.“Nggak sayang.. Bibi justru sedang menikmati perbuatan Den Andre,” demikian kata Bi Eha seraya menciumi wajah tampan anak itu.Dengan penuh nafsu, bibir Andre dikulum, dijilati sementara kedua tangannya menggerayang ke sekujur tubuh anak muda ini. Andre senang melihat kegarangan Bi Eha. Ia balas menyerang dengan meremas-remas kedua payudara pengasuhnya ini, lalu mempermainkan putingnya.“Aduh Den.. enak sekali. Den Andre pinter.. uugghh!” erang Bi Eha kenikmatan.Bi Eha benar-benar menyukai anak ini. Ia ingin memberikan yang terbaik buat majikan mudanya ini. Ingin memberikan kenikmatan yang tak akan pernah ia lupakan. Ia yakin Andre masih perjaka tulen. Bi Eha semakin terangsang membayangkan nikmatnya semburan cairan mani perjaka. Lalu ia mendorong tubuh Andre hingga telentang lurus di ranjang dan mulai menciuminya dari atas hingga bawah. Lidahnya menyapu-nyapu di sekitar kemaluan Andre. Melumat batang yang sudah tegak bagai besi tiang pancang dan megulumnya dengan penuh nafsu.Tubuh Andre berguncang keras merasakan nikmatnya cumbuan yang begitu lihai. Apalagi saat lidah Bi Eha mempermainkan biji pelernya, kemudian melata-lata ke sekujur batang kemaluannya. Andre merasakan bagian bawah perutnya berkedut-kedut akibat jilatan itu. Bahkan saking enaknya, Andre merasa tak sanggup lagi menahan desakan yang akan menyembur dari ujung moncong kemaluannya. Bi Eha rupanya merasakan hal itu. Ia tak menginginkannya. Dengan cepat ia melepaskan kulumannya dan langsung memencet pangkal batang kemaluan Andre sehingga tidak langsung menyembur.“Akh Bi.. kenapa?” Tanya Andre bingung karena barusan ia merasakan air maninya akan muncrat tapi tiba-tiba tidak jadi.“Nggak apa-apa. Tenang saja, Den. Biar tambah enak,” jawabnya seraya naik ke atas tubuh Andre.Dengan posisi jongkok dan kedua kaki mengangkang, Bi Eha mengarahkan batang kontol Andre persis ke arah liang mem*knya. Perlahan-lahan tubuh Bi Eha turun sambil memegang kontol Andre yang sudah mulai masuk.“Uugghh.. enak nggak Den?”“Aduuhh.. Bi Eha.. sedaapphh..! ” pekiknya.Andre merasakan batang kontolnya seperti disedot liang mem*k Bi Eha. Terasa sekali kedutan-kedutannya. Ia lalu menggerakan pantatnya naik turun. Konotlnya bergerak ceapt keluar masuk liang nikmat itu. Bi Eha tak mau kalah. Pantatnya bergoyang ke kanan-kiri mengimbangi tusukan kontol Andre.“Auugghh Deenn..uueennaakk! ” jerit Bi Eha seperti kesetanan.“Terus Den, jangan berhenti. Ya tusuk ke situ.. auughgg.. aakkhh..”Andre mempercepat gerakannya karena mulai merasakan air maninya akan muncrat.“Bi.. saya mau keluaarr..” Jeritnya.“Iya Den.. ayo.. keluarin aja. Bibi juga mau keluar.. ya terusshh.. oohh teruss..” katanya tersengal-sengal.Andre mencoba bertahan sekuat tenaga dan terus menggenjot liang mem*k Bi Eha dengan tusukan bertubi-tubi sampai akhirnya kewalahan menghadapi goyangan pinggul wanita berpengalaman ini. Badannya sampai terangkat ke atas dan sambil memeluk tubuh Bi Eha erat-erat, Andre menyemburkan cairan kentalnya berkali-kali.“Crot.. croott.. crott!”“Aaakkhh..” Bi Eha juga mengalami orgasme.Sekujur tubuhnya bergetar hebat dalam pelukan erat Andre.“Ooohh.. Deenn.. hebat sekali..”Kedua insan yang tengah lupa daratan ini bergulingan di atas ranjang merasakan sisa-sisa akhir dari kenikmatan ini. Nafas mereka tersengal-sengal. Peluh membasahi seluruh tubuh mereka meski udara malam di luar cukup dingin. Nampak senyum Bi Eha mengembang di bibirnya. Penuh dengan kepuasan. Ia melirik genit kepada Andre.“Gimana Den. Enak khan?”“Iya Bi, enak sekali,” jawab Andre seraya memeluk Bi Eha.Tangannya mencolek nakal ke buah dada Bi Eha yang menggelantung persis di depan mukanya.“Ih Aden nakal,” katanya semakin genit.Tangan Bi Eha kembali merayap ke arah batang kontol Andre yang sudah lemas. Mengelus-elus perlahan hingga batang itu mulai memperlihatkan kembali kehidupannya.“Bibi isep lagi ya Den?”Andre hanya bisa mengangguk dan kembali merasakan hangatnya mulut Bi Eha ketika mengulum kontolnya. Mereka kembali bercumbu tanpa mengenal waktu dan baru berhenti ketika terdengar kokok ayam bersahutan. Andre meninggalkan kamar Bi Eha dengan tubuh lunglai. Habis sudah tenaganya karena bercinta semalaman. Tapi nampak wajahnya berseri-seri karena malam itu ia sudah merasakan pengalaman yang luar biasa

cerita dewasa mencari kepuasan dengan adik ipar

Posted on Updated on

bugil

Aku wanita muda yang baru
berumah tangga 3 bulan yang lalu.
Usiaku masi cukup muda, 25 tahun.
Sedang suamiku 28 tahun. Untuk
seorang hypersex seperti aku,
kehidupan seks ku dengan suami
sangat lah datar. Terlebih suamiku
tidak pernah membuatku puas.
Namun aku selalu berpura2 puas
setiap kali bercinta dengannya.
Sandiwara ini berjalan dengan
sangat baik. Aku berhasil
membuatnya percaya bahwa aku
selalu dipuaskan olehnya.
Setelah menikah, aku tinggal di
rumah sederhana tak bertingkat
dengan suamiku dan adik laki²nya.
Kami tinggal bertiga. Mertuaku
yang kebetulan hanya punya 2 org
anak laki2 tidak tinggal serumah
dengan kami. Adik suamiku berusia
21 tahun. Dengan perwakan yang
cukup tinggi, kulit putih, dan
tergolong ganteng. Bukan cuman
cewe saja yang naksir padanya,
para gay pun naksir padanya. Adik
iparku bekerja di EO (baca:Event
Organizer), jadi wajar saja
pergaulannya bersentuhan dengan
wanita² seksi para dancer, sampai
ke banci² kabaret.
Sedangkan suamiku sendiri juga
cukup good looking. Memang tidak
setinggi adiknya, namun kulitnya
juga putih bersih. Bagiku, hanya
ada 1 kekurangan pada suami ku,
Kontol nya tak mampu membuatku
puas. Bulan ketiga pernikahan
kami, ternyata suamiku ditugaskan
keluar kota. Sangat menyiksa
memang, karena pasanganyang
baru menikah biasanya sangat
panas di ranjang. Hampir setiap
hari kami bercinta. Kalau harus
absen seminggu, pasti akan sangat
tidak menyenangkan, apalagi
tanggal kepulangannya bertepatan
dengan tanggal haidku. Jadi aku
harus menunggu 2 minggu sebelum
bisa bercinta dengan suamiku.
Meskipun Kontol nya tak sanggup
membuatku puas, namun permainan
lidahnya bisa membuat jantungku
lupa berdetak.
Meskipun berat, pekerjaan tetap
saja pekerjaan. Tak bisa ditolak.
Sabtu siang suamiku berangkat.
Praktis di rumah hanya tinggal aku
seorang diri. Adik iparku masih
tugas dilapangan. Aku menyibukan
diri dengan mengerjakan pekerjaan
rumah yang tidak banyak. Rumah
milik suamiku memang tidak besar,
tapi sangat nyaman. Tak terasa
malam sudah datang, adik iparku
menelepon bahwa dia tidak akan
makan di rumah. Aku makan sendiri
sambil menonton televisi. Selesai
makan aku membereskan meja
makan dan masuk ke kamar. Tak
banyak yang bisa kukerjakan.
Malam makin larut, gairahku makin
menjadi. Biasanya jam sepuluh
lebih aku dan suami sudah naik ke
ranjang, bercinta. Kami
memanfaatkan jam sepeti itu
karena adik iparku yang kamarnya
persis di sebelah kamarku belum
pulang. Jadi aku bebas mendesah
nikmat saat kita bercinta.
Berusaha menepiskan hasratku,
aku membasuh wajah, mengganti
pakaian tidur satin tipis yang
nyaman dikenakan dan berusaha
tidur.
Tak lama aku mendengar suara
pintu. Adik iparku sudah pulang.
Tumben pulang sebelum jam 9. Aku
mendengar suara air di kamar
mandi, tak lama kemudian adik
iparku masuk ke kamarnya.
Mungkin sudah akan tidur. Aku
sendiri masi tersiksa gairah. Sambil
membayangkan wajah suamiku, aku
mulai mengusap² daerah
sensitifku. Aku meremas² Toket ku
sambil menahan suara supaya tidak
keluar dari mulutku. Cairan
kenikmatan mulai membasahi Memek
ku, tak sengaja aku mendesah.
Tiba2 aku mendengar suara pintu
kamarku diketuk. Sedikit terkejut
aku merapikan pakaian tidurku,
lalu membuka pintu. Di depan pintu
aku melihat adik iparku
bertelanjang dada, hanya
mengenakan celana sebatas lutut.
Terheran aku melihatnya berdiri ci
depan pintuku.
“Ada apa?” tanyaku.
“Tadi aku dengar kamu mendesah”
Aku terdiam. Memang tak bisa
kubantah. Mungkin dia terganggu.
“Maaf” kataku sambil menutup
pintu.
Belum sempat pintu tertutup,
tangan adik iparku menahan
lajunya pintu. Dengan heran aku
melihatnya.
Tanpa basa basi dia melingkarkan
tangannya di pinggangku dan
melumat bibirku. Masih terkejut
tapi aneh nya tubuhku tak
berusaha melawan. Perlahan² kami
bergerak ke arah ranjang masih
sambil berciuman. Tangannya sudah
berada di dalam pakaian tidurku,
meremas² Toket ku. Kemudian
dengan satu tangannya, dia
membimbing tanganku ke Kontol
nya. Saat Kontol nya berada dalam
genggamanku, aku terkejut.
Untuk usia 21 tahun, adik iparku
ternyata punya Kontol yang lebih
besar dari milik suamiku. Panjang
dan diameternya jauh lebih besar
dari milik suamiku. Kontol yang
dalam genggamanku kini sudah
sangat keras. Aku pun sudah
sangat teransang dengan keadaan
seperti ini. Akal sehatku sudah
dikuasai birahi.
Dengan lembut aku dinaikkan ke
ranjang dan ditelanjangi. Lalu dia
sendiri melepas celana dan boxer
nya. Tampak Kontol perkasa yang
sedikit bengkok sudah berdiri
dengan kaku. Aku hanya bisa
pasrah dan berharap supayan
Kontol nya bisa cepat2 masuk ke
Memem ku. Ternyata adik iparku
cukup pandai memanjakan wanita.
Setelah menjilat puting susuku,
kini dia meng oral ku. Aku
mendesah nikmat.
“Ah.. Ah.. Uhh..”
Memang jilatannya tidak selihai
suamiku, tapi aku berharap dengan
Kontol besar itu, aku bisa
terpuaskan.
Setelah menjilati Memem ku, dia
menyodorkan Kontol nya ke wajah
ku. Pelan2 aku menjilat kepala
Kontol nya yang sudah
mengeluarkan cairan bening. Lalu
aku memasukan Kontol nya kedalam
mulutku. Sambil menghisap aku
mengocok Kontol nya. Dia juga
mendesah nikmat. Desahannya
membuat gairahku semakin
terbakar. Tak tahan lagi, aku
menyudahi service oralku. Dia pun
mengerti. Aku dibaringkan dan dia
memasukkan Kontol nya ke dalam
liang memek ku. Gerakannya
sangat pelas, mungkin takut
menyakitiku.
“Sakit?” tanya adik iparku
“Nga..” jawabku
Selain desahan, hanya komunikasi
singkat namun jelas yang keluar
dari mulut kita. Saat Kontol nya
sudah benar² masuk ke Memek8 ku
yang basah, dia mulai menggoyang
pinggulnya maju mundur. Kontol
nya melesak keluar masuk Memem
ku.
Aku mendesah nikmat. Kontol nya
lebih nikmat dari Kontol suamiku.
Kemudian goyangnya makin liar,
makin cepat, makin kasar. Aku
makin menikmati goyangan seperti
ini.
Tak lama setelah goyangan kasar
ini, aku orgasme. Selang beberapa
detik kemudian aku merasakan dia
memompa air maninya ke dalam
Memem ku. Aku benar2 terpuaskan
oleh Kontol adik iparku. Malam itu
aku bercinta 2x dengan nya. Dan
setiap hari selama suamiku masi
diluar kota, dia tidur denganku.
Kami bercinta hebat sebelum tidur.
Sampai saat ini, jika suami tidak
ada,d ia sering mencuri
kesempatan. Di siang hari saat
suamiku masi bekerja, adik iparku
pulang dan menyetubuhi aku.
Aku, dengan status hypersex, tidak
akan keberatan, bahkan dengan
senang hati menerima Kontol yang
mampu memuaskan hasrat sex ku.

cerita dewasa karyawanku partner sexku

Posted on Updated on

foto toge

Wanita normal mana pun di duniapasti tidak akan terima bila
mengetahui suaminyaberselingkuh. Demikian juga aku.Setelah mengetahui, suamiku
yang pejabat di salah satu instansi pemerintah itu ‘tidur’
dengan sekrertaris pribadinya,sudah tak ada minat lagi bagiku
untuk mencari pasangan lain.Kerjaku kini hanyalah mencari
kesenangan dengan cara yangsangat tidak masuk akal. Siapa
pun karyawanku yang kuanggap
kompeten, aku akan membawanya
ke atas ranjang.
Tak perlulah kuceritakan
bagaimana latar belakangku.
Namun perlu diketahui, aku
adalah janda muda kaya raya yang
memiliki harta warisan keluarga
yang berlimpah. Belum lagi,
perusahaan alat berat yang kini
aku kelola adalah peninggalan
suamiku setelah dia menikah lagi
dengan sekretaris pribadinya.
Yang paling penting kini
hanyalah, aku ingin bercerita
tentang sepak terjangku sebagai
seorang penikmat pria-pria muda
yang ‘nota bene’ adalah
karyawanku sendiri. Bila ada
yang ingin mencerca, mungkin
aku memang pantas menerimanya.
Dari lima karyawan pria yang
pernah mampir di atas tubuh
mulusku, salah satunya adalah
Yonda. Pria ini sebenarnya sudah
termasuk pria dewasa, yakni
berusia 27 tahun. Akan tetapi,
karena aku sudah berusia 36
tahun, aku tetap menganggapnya
sebagai gigolo yang memang
pantas dan pandai memuaskan
tubuh mudaku di atas ranjang.
Terlebih, dia begitu materialistis
dan selalu menuntut lebih, walau
Baleno mulus sudah ada di
genggamannya.
Yonda sebenarnya tidak terlalu
tampan. Karena walau tubuhnya
atletis dengan tinggi dan berat
badan seimbang, wajahnya biasa
saja. Bahkan kalau diberi nilai,
Yonda hanya mendapat nilai enam,
dibanding pria-pria muda lain
yang pernah kutelanjangi.
Namun, pelayanannya dan
jilatan-jilatan liarnya di sekujur
tubuhku bagai magnet yang tak
mampu kulepaskan. Sayangnya,
walau dia mengemis ingin
kunikahi, hatiku tetap tak
bergeming. Aku hanya
membutuhkan layanan liarnya.
Satu pengalaman bercinta yang
tak pernah bisa kulupa dengan
Yonda adalah ketika dia tiba-tiba
masuk ke ruang kerjaku ketika
karyawanku yang lain sibuk
bekerja. Seingatku, saat itu
pukul 14.30 Wib, usai makan
siang. “Aku ingin bercinta,”
bisiknya di telingaku setelah
sebelumnya mengunci pintu
kamar kerjaku. Mendengar apa
yang dia katakan, tentu saja aku
agak marah. Akan tetapi, seperti
tak peduli dengan kemarahanku,
dia lantas membalikan kursi
kerjaku hingga menghadap
padanya.
Serta merta dia menyambar
bibirku dan melumatnya dengan
penuh nafsu. Aku yang tadinya
ingin mendorong tubuhnya, jadi
lemas tak berdaya. Di antara
nafasku yang megap-megap,
tangan Yonda bergerilya bagai
cacing kepanasan. Dengan
terampil dia melepaskan blouse-
ku dan mulai menyambar ke segala
arah. Sampai akhirnya dia
menemukan bukit kembarku yang
masih kenyal. “Yonda sayang,”
aku berbisik karena mulai
dipermainkan birahi.
Yonda mendesah sambil terus
melucuti seluruh pakaianku
hingga yang tersisa hanya
pakaian dalam. Perlu diketahui,
aku memang gemar memakai G-
string karena lebih nyaman dan
tidak meninggalkan bekas di balik
rok ketatku. “Aku sudah bilang
berkali-kali, menikahlah
denganku. Tapi kau tidak mau
peduli. Kau hanya sibuk
memikirkan uang dan uang,”
cerca Yonda di balik kesibukannya
mempermainkan birahiku yang
mulai memuncak.
Selanjutnya mungkin aku tidak
perlu bercerita. Karena setelah
Yonda mulai tidak tahan, dia
tanpa sungkan menyingkirkan
semua berkas yang ada di mejaku
dan menidurkan tubuh
telanjangku di atas meja. Di
antara sejuknya udara pendingin
ruangan, kembali, untuk
kesekian kalinya aku merasakan
kenikmatan bercinta dengan
Yonda. Aku mengatakan bercinta,
karena aku melakukannya dengan
sukarela dan atas dasar sayang.
Ya, aku memang mulai menyayangi
Yonda. Tidak seperti karyawan
pria lain yang pernah menjamah
tubuhku, Yonda begitu piawai
membawaku ke awang-awang. Dia
seperti mengerti, sudah
kunikmatikah bagian tubuhnya
yang masuk ke dalam tubuhku,
atau sudah sampai di puncakkah
perjuangan birahi kami, atau
akau memang belum
mendapatkannya. Yonda sangat
mengerti itu semua.
Aku kecanduan Yonda. Aku sangat
menggemari apa saja yang dia
lakukan dengan tubuhku. Namun,
sampai sekarang aku tidak pernah
memiliki keinginan untuk
menjadikannya suamiku.
Perbedaan usia kami demikian
besar. Aku tidak ingin dianggap
sebagai pelahap daun muda.
Biarlah apa yang kurasakan kini,
kunikmati dengan cara kusendiri